Resiko Pacaran….

Inggris – Seorang murid sekolah Inggris berusia 13 tahun menjadi ayah, setelah pacarnya yang berusia 15 tahun melahirkan anak, demikian dilaporkan Jumat. Kelahiran ini memicu perdebatan mengenai tingginya tingkat kehamilan di kalangan remaja Inggris. Alfie Patten, yang suaranya belum lagi pecah sebagaimana lazimnya bila seorang anak beranjak dewasa, mengakui belum tahu bagaimana ia dan kekasihnya akan mengurus putrinya, Maisie Rixane, yang lahir Senin. Namun begitu, Patten berjanji akan menjadi ayah yang baik.

“Saya tak bisa berpikir apakah kami mampu mengurusnya. Saya betul-betul tak mendapat uang saku. Ayah saya kadang-kadang memberi saya 10 pound (sekitar Rp160.000),” ujar remaja setinggi 1,22 meter dari Eastbourne, Inggris selatan, itu kepada tabloid Sun, seperti dikutip AFP.

“Ketika ibu saya tahu, saya kira saya kan dimarahi. Saya tak tahu bagaimana rasanya menjadi ayah. Namun begitu, saya akan bersikap baik dan marawatnya.”

Kasus ini mengundang tanggapan serius dari Perdana Menteri Gordon Brown, sebaliknya seorang pemimpin oposisi dari partai Konservatif, menyatakan masalah ini merupakan contoh dari kehancuran kehidupan sosial di Inggris.

“Saya tak tahu secara rinci kasus ini, namun tentu saja semua dari kita ingin menghindari kehamilan di kalangan remaja,” kata Brown.

Namun demikian, Iain Duncan Smith, anggota parlemen senior dan mantan pemimpin Partai Konservatif, menyatakan kita perlu berbicara mengenai kehancuran keluarga di Inggris.

Polisi sebetulnya dapat bertindak atas seks usia dini ini, karena batas usia untuk hal ini di Inggris adalah 16 tahun, namun mereka menyatakan tak akan mengambil tindakan apa-apa.

Keluarga orang tua baru dan muda tersebut kabarnya juga mendukung mereka.

Ayah Patten, Dennis (45 tahun) dan putranya akan bertanggung jawab penuh atas peran barunya sebagai orang tua.

“Sebetulnya ia bisa saja menolak dan duduk tenang di rumah main playstation. Akan tetapi tidak, ia ada di rurmah sakit setiap hari,” katanya.

Menurut laporan Sun, bayi tersebut, yang berbobot 3,27 kilogram, merupakan hasil hubungan tanpa alat kontraseptif pada suatu malam. Ia saat itu baru berusia 12 tahun.


sumber: Antara.co.id

Wahhh…sukses ternyata setan menggoda bocah itu. Bayangkan saja, anak usia 13 yang kalo di Indonesia masih duduk di Bangku SMP sudah menjadi ayah, lantaran sang pacar sudah berbadan dua. Anak yang seharusnya menikmati masa remaja dengan banyak menambah ilmu pengetahuan disekolah harus merelakan masa indahnya dan waktunya dengan menjadi ayah.

Padahal Allah berfirman,“Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” ( Surat Al Isra 32) Eh malah didekati juga dan kejadian kan? Mungkin karna mereka tidak pernah mendengar Firman Allah kali ya, akhirnya bisa kejadian. Tapi, minimal mengetahui, kalau sex bebas bisa menimbulkan penyakit AIDS dan penyakit kelamin. Hasil survey menunjukkan sekitar 70% remaja putri di negara-negara barat sudah tidak perawan lagi, dan 65% remaja putra nya sudah pernah melakukan hubungan intim minimal satu kali. Waduh…

Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’di berkata : “Larangan Allah untuk mendekati zina itu lebih tegas daripada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Allah melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang mendorong kepadanya.”

Pacaran merupakan media yang paling100x…banyak mendekatkan dua insan kepada zina. Ketika lagi berduaan, lalu ketempat yang sepi, akan terjadi zina. Akan tetapi, konteks zina bukan hanya bersetubuh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Setiap anak Adam telah ditakdirkan bagian untuk berzina dan ini suatu yang pasti terjadi, tidak bisa tidak. Zina kedua mata adalah dengan melihat. Zina kedua telinga dengan mendengar. Zina lisan adalah dengan berbicara. Zina tangan adalah dengan meraba (menyentuh). Zina kaki adalah dengan melangkah. Zina hati adalah dengan menginginkan dan berangan-angan. Lalu kemaluanlah yang nanti akan membenarkan atau mengingkari yang demikian.

(HR. Muslim no. 6925)

Nah, sudah jelaskan. Jangan pernah pacaran. Apalagi buat teman-teman ikhwan atau akhwat. Biar saja dibilang nggak gaul, kuper, dan sebagainya, yang penting kita terhindar dari dosa. Dan buat teman-teman kita yang masih pacaran, tolong dijelaskan gimana bahaya pacaran, bagaimanapun juga pacaran setelah menikah adalah hal yang sangat baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: