Puisi Ungkapan Hati

IMPIAN KITA, UMMI!!


Ummi, salahkan aku disebut aktivis?

Padahal izinmu

Hanyalah kuliah

Ummi, maafkan aku

Ku tak hanya bolak-balik buku

Tapi juga beradu fikiran di markasku

Masjid akmpus

Ummi,

Inilah caraku

Karna Allah tujuanku

Karna Allah menyeru

Karna impianmu

Ya, ku berusaha wujudkan

Bukankah Ummi?

Ummi inilah aku

ADK-LDK

Mahasiswa-Akademisi

Oposisi kebathilan

Anak yang sholeh

Ya, doakan aku Ummi

Ini impian ku

Ini impian kita…


Puisi ini adalah karya zahratul jannah, yang dimuat di buletin FSLDK yang terbit bulan Februari. Ana begitu tersentuh ketika membaca puisi, karna apa yang diceritakan dalam puisi ini, pernah terjadi dalam hidup ana, dan sampai saat ini ana masih berproses untuk menyakinkan ortu ana bahwa apa yang ana jalani adalah semata-mata karna Allah.Ana tidak menyalahi ortu ana, mungkin mereka belum mengerti, dan ana juga butuh waktu untuk menjelaskan semua ini. Ana cuma bisa curhat dengan sahabat ana Arvi, tapi sekarang ana berani terbuka dan mengharap masukan dari antum semua.

2 Balasan ke Puisi Ungkapan Hati

  1. Nendra Susanti mengatakan:

    Assalamu’alaikum😛
    kita belum pernah ketemu kayaknya, ya…
    tapi ga pa-pa deh, boleh dikomentari ya
    mmmm, membaca puisinya zahratul jannah, seperti membaca banyak liku kehidupan para aktivis, kemaren, hari ini, hari mendatang, karna sepertinya ini adalah salah satu ujian wajib untuk melihat sejauhmana keteguhan hati kita, untuk melihat bagaimana kita menyikapi pertentangan antara orang tua dengan dakwah.
    bagaimanapun, ada kewajiban bagi kita, anak-anak untuk menaati perintah orang tua, untuk menghormati keduanya, dan bahkan jika orang tua musyrik sekalipun, anak harus tetap memuliakannya, hanya jika keinginan orang tua bertentangan dengan perintah Allah dan RasulNya, maka bolehlah kita menolak keinginan beliau berdua, itupun harus dengan cara yang baik.
    sok-sok ceramah ya…?😛 afwan, kebiasaan kalo dah mulai ngomong, susah berhentinya
    pernah dengar cerita ini ga?
    jadi ada seorang ikhwan yang awalnya juga kurang direstui orang tuanya dalam hal dakwah, lebih kurang begitu.
    nah, ikhwan ini sering membawa seniornya ke rumah, diperkenalkan ke orang tua, nyeritain siapa seniornya ini. bahwa abang ini rajin lo, ma. pinter, alim lagi🙂 di sekolah dapet ranking juga, (karna masih zaman SMA) lama kelamaan orang tuanya merasa senang krn ikhwan ini bergaul dengan anak baik2lah (versi ortu), yang pinter, rajin, santun, berprestasi, hasilnya, saat ikhwan ini izin mo ikut acara ini itu, orang tua bisa ngasih izin, krn yakin bahwa anaknya ga bakal macam2, bahwa anaknya bergaul dengan komunitas, dengan teman-2 yang baik.
    kalo mau cerita versi aslinya, coba kontak bang hasdi deh. kalo perlu ntar anggun bawa bang hasdi ke rumah🙂
    jadi, mungkin bisa dicoba, yang penting jangan langsung berubah ekstrem, jangan bikin orang tua syok, pulang-2 anaknya berubah total, berjanggut, pake celana gantung, duuuuuh, mereka mikirnya ni anak kenapa? ikut aliran osama kali ya…? kan bikin orang tua resah tuh, ga rela dong kalo anak susah-2 digedein malah jadi teroris…. hehehehe, lebay ya..?
    ga pa-pa kok, tampil kaya biasa, yang penting pertama kali isi hati dan dada kan? dan tetap nyar’i, gitu loh.
    sebenarnya ikhwan lebih fleksible dari akhawat, jadi tinggal pinter2 ngerayu ortu, kalo udah berprestasi, IP diatas 3, mau apa juga dikasih, kan?
    so, tetap semangat, Allah hanya membebani kita sesuai kemampuan kita

  2. anggun90 mengatakan:

    Sekali lagi jazakumullah untuk komentar dan masukan nya kak. Ana menangis ketika ortu ana menelpon, ana dilarang untuk ikut organisasi-organisasi yang nggak jelas, waktu itu ana lagi ikut Mukhayam bareng kader-kader dakwah lainnya. Ana nangis karna, begitu sulitnya ternyata untuk menegakkan agama Allah, mungkin itu yang dirasakan Rasul dulu ketika menyebar agam islam.
    Ortu ana nggak sma sekali menentang ana untuk belajar agama dan kemudian jadi ikhwan. Tapi, yang ditakut kan oleh ortu ana adalah ana dianggap ikut Jamaah Tablig (JT), yang dimata orang-orang kampung ana agak kurang disuka, lantaran banyak pergi-perginya kemudian meninggalkan keluarganya. Nah, ortu ana takut, karna ana tinggal jauh dari keluarga (keluarga ana di Jambi), ana akan ikut-ikutan pergi dan akhirnya kuliah terbengkalai.

    Saran kakak, hampir mirip dengan saran Arvi. Katanya antum biasa2 aja, mulai dari sikap, gaya berpakaian, dan tunjukkan walaupun antum ikut LPI kuliah tetap menjadi prioritas. Pas UAS kemarin alahamdulillah, kalo dihitung2 meski belu keluar KHS nya, IP ana datas 3.

    sekali lagi syukron kak…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: