PADANG TAK LAGI ADAT BERSENDI SYARA’, SYARA’ BERSENDI KITABULLAH

Dulu ketika SMP atau SMA, ana sering membaca novel bertendenz karya sastrawan-satrawan asal Sumatera Barat. Seperti Kasih tak samapai (siti Nurbaya) kaya marah Rusli, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck karya HAMKA, Sengsara membawa Nikmat karya tulis Sutan Sasti atau Slaha Asuhan karya Abdoel Moeis. Novel-novel yang ana baca, kesemua nya mendeskrifsikan alam minangkabau yang indah, masyarakatnya yang asangat menjujung adat istiadat, serta kehidupan masyarakatnya yang adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah. Timbul cita-cita di hati ana ketika itu, untuk mengenal masyarakat SUMBAR lebih jauh.

Keadaan di novel-novel tersebut, mungkin tidak bias kita jumpai lagi di era sekarang. Ada sih ada, tapi tak begitu banyak.

Sebagai pendatang, ana begitu terkejut dengan keadaan masyarakat minang yang sangat jauh berbeda dengan apa yang digambarkan oleh novel-novel bertendenz. Terlebih-lebih remaja nya. Ketika ana berpas-pasan dengan anak-anak sekolah, yang perempuannya, duh…pake jilbab kok rambut nya keliatan, hampir semua siswa perempuan seperti itu. Trus mereka juga sering terlihat kelayapan ketika malam menjelang dengan masih memakai seragam sekolah. Pacaran adalah pandangan umum, mereka banyak yang nongkrong-nongkrong di mall ketika waktu sholat.

Orang-orang tua nya lain lagi, apalagi sopir-sopir angkot. Kata-kata yang keluar dari mulut mereka kadang-kadang bikin malu hati.

Mana masyarakat Minang yang sangat menjunjung adat bersendi syara’, syara’ bersendi kitabullah?

Afwan. Tapi itulah yang ana rasakan selama 2 tahun di Padang.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: